BISAKAH GURU MENJADI SEORANG KONSULTAN SEKOLAH?

Disalah satu SMA swasta di Jakarta, saya tengah menjalani program pendampingan selama 2 sampai 3 tahun dengan tujuan akhir “sekolah menjadi mandiri”. Mandiri yang saya maksudkan adalah mandiri secara luas, baik itu secara manajemen, kualitas, finansial maupun infrastruktur. Mengapa sekolah yang mandiri itu menjadi sangat penting sekali? Karena pada hakekatnya, sekolah harus mengatahui betul bagaimana kondisi sepenuhnya apa apa saja yang terjadi dan dialami oleh sekolah itu, tidak ketinggalan pula perihal berbagai macam pengetahuan dan inovasi untuk memajukan sekolah pun harus muncul dari kepala-kepala yang berada di dalam sekolah itu sendiri. Itulah kurang lebih bagaimana tujuan dari program pendampingan yang sedang saya lakukan.

Lalu apa hubungannya dengan judul diatas? Begini, untuk menjadi sebuah sekolah yang mandiri, dibutuhkanlah sebuah tim yang terdiri dari beberapa sosok yang mempunyai niat besar untuk memandirikan sekolahnya. Dan, untuk menjalani hal itu, seorang guru harus membekali dirinya dengan ilmu-ilmu pengetahuan baik pengetahuan untuk memandirikan sekolah maupun pengatahuan-pengetahuan konsultasi agar seluruh informasi tersampaikan dengan baik ke seluruh penjuru warga sekolah. Adalah hal yang sangat tidak mungkin sekolah itu menjadi mandiri, jika mereka tidak mempunyai para utusan yang terkumpul ke dalam sebuah tim yang telah mendedikasikan dirinya untuk sekolah itu.

Di sekolah ini, saya selalu menjalankan program-program utama bersama sebuah tim yang kami bentuk berdasarkan seleksi. Seleksi yang dilakukan secara menyeluruh yang didasari dari jiwa-jiwa tulus untuk menjadi seorang guru. Mengapa harus didasari dengan jiwa yang tulus?karena mereka lah yang akan menjadi sosok-sosok penting agar sekolah ini mandiri tanpa didampingi oleh siapapun dan dari pihak manapun. Baik itu dari pihak lain, ataupun dari kementrian pendidikan. Sosok pengawas sekolah pun hanya mengecek dan “terima beres” tanpa membeberkan masalah-masalah yang terjadi disekolah itu jika sekolah telah mengalami “kemandirian”.

Untuk menjadi tim yang berperan penting dalam sekolah, tim ini membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana cara menyampaikan informasi yang baik sebagai konsultan kepada seluruh guru dan warga sekolah lainnya. Karena berbagai macam ilmu pengetahuan yang mereka miliki harus dibarengi dengan ilmu-ilmu konsultan yang bisa menyentuh sepenuhnya masalah-masalah apa saja yang terjadi. Misalnya, membantu guru-guru dalam mebuat RPP yang terbaik, membantu tim promosi sekolah untuk memasarkan sekolah, men-supervisi kelas, membuat kebijakan-kebijakan keuangan dengan baik. Tim tersebut pun harus bisa menyentuh segala permasalahan yang terjadi, masalah kenakalan siswa, masalah dan keluhan guru, masalah internal sekolah dan lain-lain.

Masih banyak yang menjadi aspek-aspek penting tentang peranan guru sebagai konsultan di sekolahnya masing-masing. Jika ada kesempatan dan waktu, sekiranya nanti bisa saya sampaikan kepada teman-teman guru sekalian dalam training saya “Training for Teacher Trainer” yang bertujuan untuk memandirikan sekolah yang dimulai dan dilakukan dari dalam sekolah itu sendiri.

 

Salam..

Ferdinal Lafendry
Great Teacher Trainer
Assesor Pedagogis Gerakan Indonesia Mengajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>