TEKNIK APERSEPSI MEMBUAT WOW DI MENIT–MENIT PERTAMA YANG MENENTUKAN

Apa  yang kita tangkap ketika mendengar kata Apersepsi ? Pengantar sebelum masuk ke materi oleh karena itu seorang guru hendaknya mampu membuat wow di awal-awal pembelajaran atau di lima menit pertama pembelajaran. Setiap guru harus mampu membuat efek kejut terhadap siswanya, sehingga mereka menjadi penasaran ketika memasuki awal-awal belajar. Selain membuat anak menjadi antusias dalam belajar, hal ini dapat membuat pembelajaran menjadi mengasyikan. Sehingga terbersit dalam pikiran meraka hari ini Ibu/Bapak guru akan bikin kejutan apalagi ya!! Jika dilakukan secara simultan, siswa akan antusias menunggu kehadiran guru di kelas. Namun ini hanya bisa dilakukan oleh guru kreatif, guru yang tidak kreatif pasti akan sulit dalam melakukannya. Guru kreatif selalu dapat mendesign menit pertama pembelajaran menjadi menggoda.

Ketika melakukan observasi guru, penulis selalu menekankan kepada setiap guru agar mampu memberikan sesuatu yang menarik diawal pembelajaran. Awal yang menarik dapat melahirkan pembelajaran yang menarik pada tahap selanjutnya, begitu pun sebaliknya. Memberikan suasana yang menarik dan menyenangkan diawal pembelajaran akan membantu guru dalam menghidupkan suasana kelas.Ada beberapa cara Apersepsi di awal dengan Alfazone. Set Induction, Pre teach dan Mereview materi yang lalu,setiap pertemuan guru memilih 2, 3 dari 4 cara tersebut. Baiklah dalam tulisan ini membahas Zone Alpha dan Set Induction saja.

Cara dalam membuat zone alpha adalah dengan menggunakan ice breaking, brain gym, bernyanyi dan sebagainya. Salah satu bentuk permainan yang dapat dilakukan guru diawal-awal pembelajaran adalah “Pak Guru Berkata”.

“Mintalah siswa melakukan semua instruksi yang diberikan dengan syarat instruksi tersebut diawali dengan kalimat ‘Pak Guru Berkata’

Sampaikan juga bahwa permainan akan berakhir, setelah ada instruksi “Pak Guru Berkata permainan selesai”.  Sebelum ada instruksi tersebut, permainan akan tetap berlangsung.

Sampaikan instruksi kepada siswa dengan menggunakan kalimat ‘Pak Guru Berkata’ dan tanpa menggunakannya

Misal: Pak Guru berkata ‘angkat tangan kanan’, Pak Guru berkata ‘turunkan tangan kanan’. ‘Angkat tangan kanan’. (Pasti akan ada siswa yang terjebak dengan mengangkat  tangan kanan. Ini artinya siswa tersebut tidak konsentrasi). Ulangi beberapa kali instruksi hingga permainan selesai contoh laian adalah :

  1. Huruf awal-ku akhir nama-mu. Permainan ini diawali dengan kalimat “Huruf awal-ku akhir nama-mu”. Kemudian guru menunjuk salah satu siswa menyebutkan satu nama orang, setelah guru menunjuk siswa berikutnya untuk menyambungkan huruf akhir dari nama orang yang disebutkan oleh siswa pertama; misalnya Lala, Amir, Rina dan seterusnya

Penulis ketika mengajar selalu melakukan hal di atas. Bahkan menjadikannya sebagai katalog ice breaking. Seorang guru dapat melakukan ice breaking jika mampu memberikan instruksi yang jelas kepada siswa dan ice breaking yang disampaikan usahakan belum diketahui siswa. Karena itu seorang guru harus banyak mengkoleksi ice breaking agar ketika disampaikan menjadi suprise bagi peserta didik. Yang perlu menjadi catatan, dalam melakukan ice breaking waktu yang dibutuhkan tidak boleh terlalu lama, maksimal hanya 5 menit. Sebab fungsinya hanya untuk menghangatkan suasana. Jika siswa minta lagi guru tidak perlu melakukan khawatir waktu belajar menjadi terbuang. Guru yang mampu menampilkan ice breaking diawal-awal pembelajaran pasti dapat membuat siswa antusias dalam belajar.

Selain ice breaking guru harus mampu memberikan stimulus untuk masuk ke materi pelajaran. Mengapa ini perlu dilakukan?? Sebab jika guru mengajar lansung ke materi, maka pembelajaran menjadi tidak mengasyikkan. Setidaknya terdapat beberapa cara yang penulis temukan: i) menyampaikan kisah-kisah inspiratif; ii) memberikan berita dan informasi terkini; iii) menghadirkan WHY; iv) membuat four statements, v) menyampaikan cerita imajinatif, vi) menerangkan manfaat materi yang dikenal, dalam buku Quantum Teaching disebut dengan AMBAK (Apa Manfaat Bagi Aku); vii) menyampaikan tujuan pembelajaran; viii) memberikan motivasi diawal pembelajaran; ix) melakukan gerakan-gerakan pelemasan tubuh kreatif; x) menonton film singkat yang berhubungan dengan materi; xi) mengutip fakta dari surat kabar dan TV

Seorang guru harus mampu mencari cara terbaik dalam membuat pembukaan yang menarik. Pembukaan adalah bagian terpenting dalam sebuah awal proses belajar. Guru yang tidak mampu membuat sesuatu yang “Wah” di menit-menit awal pembelajaran dapat membuat pembelajaran menjadi jenuh dan membosankan. Secara umum, fungsi dari pembukaan pembelajaran, yaitu memahami tujuan pembelajaran, mendapatkan gambaran awal tentang yang akan dibahas dan menciptakan rasa ingin tau. Jadi buatlah pembelajaran menjadi menarik dengan menciptakan “rasa penasaran” di menit-menit pertama. Selain itu guru pun perlu memiliki kemampuan membuat kesan “wow” (menarik) di lima menit pertama. Adapun langkah-langkah yang bisa dilakukan guru adalah set induction  dan langkah ini harus terkorelasi dengan materi yang akan disampaikan.

  1. Awali dengan cerita. Guru bisa bercerita tentang true sory atau cerita tentang orang yang dikenal. Bisa pula dengan cerita metafor sebagai pengantar sebelum masuk materi, seperti kisah perjalan waktu belajar masa lalu, perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan. Dalam mengajar atau memberikan pelatihan guru, penulis pun sering mengawali materi dengan sebuah cerita. Cerita yang penulisan sampaikan adalah cerita mengenai diri sendiri. Hemat penulis cerita akan lebih bermakna jika berangkat dari pengalaman pribadiDi samping memberikan cerita nyata terkait dengan motivasi, guru pun dapat memberikan cerita sesuai dengan tema pelajaran yang diberikan, seperti kisah balon dan anak kecil berkulit hitam:

Selain cerita-cerita tersebut banyak sekali cerita yang bisa disampaikan guru kepada siswa diawal-awal pelajaran. Dalam memberikan cerita para guru perlu sadar bahwa cerita tersebut hanya mengantar diawal pembelajaran. Tujuannya agar pembelajaran yang disampaikan menjadi menarik. Jangan sampai ketika cerita telah selesai dan anak meminta guru bercerita kembali guru menyetujui permintaan tersebut. Jika itu terjadi, maka guru telah mengesamping materi pembelajaran yang merupakan unsur pokok dalam pendidikan di sekolah. Dengan demikian, cerita yang disampaikan guru dilakukan untuk membuat pembelajaran menarik diawal. Jika diawal sudah menarik, guru akan memiliki kesan baik atau istimewa di depan murid-muridnya.

  1. Kutip fakta dari TV, surat kabar atau internet. Ketika ada berita yang update dan relevan dengan materi hal ini bisa juga digunakan sebagai pengantar. Dengan mengutip fakta-fakta dari surat kabar guru dapat menyajikan pembelajaran yang bersifat aktual. Hal ini tentu dapat membantu siswa dalam mendapatkan informasi-informasi baru. Melalui informasi-informasi tersebut siswa dapat memiliki pengetahuan-pengetahuan baru. Sudah selayaknya guru di zaman now untuk selalu memberikan pengetahuan-pengetahuan baru bagi siswa-siswinya, tidak monoton dalam memberikan pembelajaran, tetapi mampu mengkolaborasikan materi pelajaran dengan fakta-fakta dari berbagai media. Selain dapat membuka wawasan siswa, pembelajaran dengan mengutip fakta-fakta dapat membuat siswa antusias dalam belajar. Karena, siswa dapat menemukan hal-hal baru yang diramu oleh guru dalam bentuk pembelajaran.
  2. Ajukan pertanyaan begitu masuk kelas. Pertanyaan tersebut menyangkut tentang seberapa jauh siswa mengetahui tentang materi yang akan diajarkan. Pertanyaan yang diajukan diawal pembelajaran dapat merangsang siswa untuk melakukan olah pikir. Di sisi lain, dapat merangsang nalar kreatifitas siswa. Ini sangat berguna bagi guru untuk menilai dan membedakan siswa yang tahu dan siswa yang belum tahu tentang materi yang akan diajarkan. Pengetahuan akan hal itu dapat membantu guru dalam menerapkan strategi pembelajaran.
  3. Kutip kalimat dari orang Bijak, seperti “jika hidup hanya sekedar hidup kera di hutan pun hidup ( Buya Hamka). Satu peluru hanya mampu menembus satu kepala, tetapi satu kata mampu menembus jutaan kepala (Jamil Azzaini). Hiduplah yang berarti (K.H. ahmad Rifai Arif). Hitunglah prestasi bukan menghitung hari (KH. Ahmad Syaduddin).
  4. Mulai dengan sebuah games/kuis yang inspiratif bisa menggunakan quiz who want to be millionare, family seratus dan lain-lain. Penggunaan hal-hal tersebut dapat membantu siswa untuk bergairah dalam belajar. Di sisi lain, dapat membuat suasana belajar menjadi lebih aktif dan kelas menjadi lebih ramai. Pembelajaran dengan game dan kuis dapat lebih menarik jika diiringi dengan menggunakan audio visual. Agar pembelajaran seperti ini mudah dilakukan guru harus melek terhadap teknologi terlebih dulu, tanpanya guru akan kesulitan dalam menyediakan pembelajaran.  Semakin sering pembelajaran dilakukan dengan menggunakan games dan kuis akan semakin antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Demikianlah beberapa contoh menit-menit pertama dengan zona alpha dan langkah-langkah set induction.

“Keberhasilan sebuah pembelajaran bergantung dari kemmpuan guru membuat stimulus di awal. Membuat kesan pertama yang membuat siswa penasaran dengan materi yang akan disampaikan. Jadilah guru yang mampu membuat  menit pertama yang berkesan agar proses pembelajaran berhasil.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>