Kunci Untuk Menjadi Guru Terbaik

“Guru Terbaik Melahirkan Siswa Yang Berkarakter SuksesMulia”

Guru merupakan pekerjaan yang paling kaya, karena setiap hari memberi. Bahkan Nabi menegaskan, guru adalah orang yang dijamin mendapat passive income (keuntungan pasif yang tidak terputus) dunia akhirat. “Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka putuslah amalannya, melainkan dari tiga hal yaitu sedekah yang mengalir [jariah], ilmu yang diambil manfaatnya dan anak shalih yang mendoakan untuknya”. [H.R Muslim]

Dari penjabaran sistem pendidikan di atas, terlihat jelas bahwa guru memiliki peran paling penting dalam mencapai tujuan pendidikan anak-anak Indonesia. Guru menentukan arah dan masa depan siswa yang mereka didik, guru akan menjadi teladan siswa dalam menjalani kehidupannya baik di rumah, lingkungan, dan masa depannya kelak. Untuk itu, kehadiran guru terbaik sangatlah penting untuk melahirkan siswa yang berkarakter mulia.

Guru Terbaik adalah guru yang mampu melejitkan potensi anak didiknya sehingga anak didiknya menemukan potensinya dan menjadi profesinya dikemudian hari. Setidaknya, untuk menjadi guru terbaik diperlukan tiga hal penting yang harus dipersiapkan guru 1. Motivasi, 2. Pengetahuan dan 3. Keterampilan.

Pertama, Peningkatan Motivasi. Guru yang memiliki motivasi tinggi maka dia akan mencintai pekerjaannya, profesi menjadi guru adalah pilihan utama. Passion-nya adalah sebagai guru, betul-betul menjiwai pekerjaan ini. Mahmud Yunus dalam Tarbiyah al-Ta’lim mengatakan, bahwa cara lebih baik daripada guru, guru lebih baik dari cara itu sendiri dan yang terpenting adalah penjiwaan menjadi guru lebih penting dari kompetesnsi guru itu sendiri.

Saya pernah terharu ketika anak didik saya menghampiri dan mengatakan, bapak kok tidak mengajar kita lagi, kita kengen diajar sama bapak lagi, bapak itu mengajarnya asyik dan banyak gamesnya, pokoknya belajar sama bapak seru. Saya berkata dalam hati bapak juga kanegen sama kalian ternyata tiga hal yang saya lakukan setiap mau mengajar membuahkan hasil. Pertama, dimalam hari saya cek RPP dan menyiapkan yang terbaik dengan pembukaan yang menarik, menggunakan variasi metode. Intinya adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mengajar diesok hari. Kedua, semenjak menjadi guru saya selalu menkoleksi berbagai strategi dan metode pembelajaran, ice breaking, katalog rencana pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas. Semua itu menjadi modal saya untuk mengajar dengan menyenangkan. Ketiga, menghadirkan mereka dalam do’a. Sehabis shalat subuh atau dalam perjalanan menuju sekolah memanjatkan do’a kepada Allah, “Ya Allah yang maha pengasih dan lagi maha penyayang, aku pinjam ilmumu untuk aku berikan yang terbaik buat anak didikku.”

Guru pun dituntut memiliki nilai-nilai spiritual dalam bekerja. Menghadirkan anak-anak dalam do’a setiap mau mengajar, saya selalu berdoa, Ya Allah aku pinjam ilmumu untuk aku berikan yang terbaik buat muridku. Dengan doa yang saya minta kepada Allah SWT., menumbuhkan semangat mengajar saya dari dalam hati. Karena, mengajar dengan hati menghadirkan pembelajaran dengan cinta dan kasih sayang serta menyajikan pembelajaran dengan penuh kasih sayang pula.

Di sisi lain, guru tak pernah boleh berhenti untuk belajar, selalu meningkatkan wawasan dan pengetahuannya baik itu dalam mengikuti pelatihan, membaca buku, rajin mengikuti workshop, seminar, diskusi dan berbagai kegiatan lain, guna terus bisa memantaskan diri. Peningkatan kapasitas pengetahuan guru dapat dilakukan dengan tiga hal. Pertama, menjelajahi kemampuan siswa. Menjelajahi kemampuan siswa berarti menemukan keunggulan yang terdapat pada siswa tersebut, kemudian dikembangkan, sehingga siswa menemukan potensi yang dimilikinya. Akhirnya, potensi tersebut menjadi profesinya dikemudian hari, dan dengan profesi tersebut bisa sukses dan menebar manfaat bagi banyak umat manusia. Kedua, Memahami cara kerja otak dalam menyerap informasi: Memahami arus informasi masuk ke dalam otak Duo Brain (kiri dan kanan). Dalam proses pemberian informasi pada siswa, harus menggunakan keseimbangan antara otak kiri dan kanan (holistik brain), artinya cara penyampaian informasi tersebut haruslah merupakan konsumsi otak kanan dan otak kiri secara seimbang. Selama ini proses pembelajaran dominan hanya menggunakan otak kiri. Kondisi ini perlu dirubah, karena hanya menjadikan siswa piawai dalam menggunakan otak kirinya. Selama ini sebagian besar guru jarang mengajar untuk memberikan asupan kepada otak kanan siswa, seperti mengajar menggunakan musik, gambar, dan melakukan imajinasi dalam pengaman belajar. Menurut Tony Buzan, pakar mindapping usia 0-8 tahun, siswa kelas 3 SD 80% dominan otak kanan. Sedangkan pada usia 9 sampai 60 tahun seseorang perlu melakukan penyeimbangan antara otak kiri dan otak kanan (50/50). Apabila terlalu kiri terlihat kaku dan jika terlalu kanan dapat tidak beraturan. Maka, yang terbaik adalah keseimbangan antara otak kiri dan kanan (holistik Brain).

Di sisi lain guru perlu memahami bahwa dalam 1 kepala ada 3 otak yaitu Triune Brain (reptil, mamalia dan neocortext) sebelum mengajar guru perlu terlebih dulu memamantau kebersihan kelas, dan pencahayaannya, untuk memuaskan otak reptil. Setelah itu, dalam mengajar guru perlu melibatkan emosi siswa, salah satu contohnya adalah dengan tersenyum. Ketika kedua otak ini sudah terpuaskan barulah mulai masuk ke otak berfikir yaitu (neokortex). Tahap berikutnya guru perlu mengetahui gelombang otak Wave Brain (beta, alfa, teta dan delta). Kondisi terbaik siswa menerima pelajaran ketika gelombang otak dalam keadaan alfa. Dalam hal ini dirumuskan dengan nama 234. Rumusan ini, harus dipahami, dikuasai dan diimplementasikan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar. Perlu disadari bahwa setiap mengajar guru pasti berhadapan dengan otak siswa, maka guru diwajibkan untuk mempelajari kemampuan otak yang dimiliki manusia.

Ketiga keterampilan, berupa apersepsi. Menggunakan pengantar sebelum masuk ke materi. Bukalah materi pelajaran dengan senyum, pujian, saling mendoakan, pantun khas, cerita lucu, ice breaking, brain gym, musik, menyampaikan temuan-temuan baru, apa manfaat bagi aku (AMBAK), Quiz, Motivasi, dan menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Memberikan pengantar sebelum masuk materi menurut Bobbi de Porter istilahnya berikan pengalaman sebelum menamai. Dengan menggunakan apersepsi, maka pembelajaran menjadi menyenangkan.

Menguasai variasi metode pembelajaran, merupakan cara-cara yang ditempuh guru untuk menciptakan situasi pengajaran yang menyenangkan. Pembelajan yang menyenangkan mendukung bagi kelancaran proses belajar mengajar. Keterampilan pun dapat ditumbuhkan dengan Menggunakan media pembelajaran, yaitu dengan praktek menggunakan ICT dalam pembelajaran (cutting   film, membuat slide mengajar) dan mengajar dengan menggunakan bahan bekas berkualitas. Keterampilan yang terakhir adalah membuat rencana pelaksanaaan pembelajaran yang kreatif. RPP harus karya guru sendiri. Apabila Rencana Pembelajaran ini dibuat dengan sungguh-sungguh, maka bisa menjadi buku ajar dan hasilnya menjadi sumber inspirasi bagi guru-guru yang lain.

Sejauh ini keterbatasan pengetahuan dan keterampilan serta lemahnya motivasi guru berakibat kepada stagnannya kualitas institusi pendidikan dan berujung pada lemahnya kualitas output siswa. Solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi kondisi ini adalah melakukan peningkatan wawasan guru dalam 3 hal tersebut. Sehingga mereka mampu membantu peningkatan kualitas output siswa. Perlu diingat guru terbaik adalah yang mampu melejitkan potensi siswanya dan dapat membentuk peradadaban sukses mulia. Karena tugas guru tidak hanya mengajar tetapi juga membentuk generasi yang sukses dalam hidupnya dan juga mulia.

Apabila guru memiliki 3 kunci tersebut, maka siswa akan merasa sedih ketika gurunya tidak hadir dalam mengajar. Karena, guru terbaik akan selalu dikenang oleh siswanya sepanjang masa. Jadilah guru terbaik karena itu akan mengantarkanmu menuju surga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>