Communication Skill

Skill berkomunikasi merupakan kemampuan ‘creative delivery’ yang digunakan seorang guru dalam menyampaikan materi pembelajaran di dalam kelas. Sehingga materi pembelajaran dapat mudah dipahami oleh siswa selaku peserta didik. Ada beberapa tipe komunikasi, misalnya intrapersonal. Pada tipe ini guru mampu bekomunikasi dengan dirinya sendiri, sehingga evaluasi dirinya dapat dilakukan dengan baik. Pada tipe komunikasi interpersonal, seorang guru hendaknya sanggup bersosialisasi dengan siswa dan guru lainnya. Komunikasi tipe ini merupakan komunikasi antar pribadi yang bertujuan bertukar ide atau gagasan. Selanjutnya adalah tipe komunikasi environmental (lingkungan). Tipe ini terjadi apabila kita melakukan pengamatan terhadap objekobjek yang ada di seliling kita. Terakhir adalah tipe komunikasi publik. Tipe ini juga pada umumnya dikenal dengan public speakig, yaitu merupakan keterampilan berbicara di depan umum, sebagaimana seorang pembicara menyampaikan pesan atau gagasan yang kepada audiens.

Mengapa Perlu Pelatihan Communication Skill?

Screenshot (80) Screenshot (81) Screenshot (82)Screenshot (83)

Rantai Gajah

Rantai gajah adalah sesuatu yang membelenggu pikiran. Sesuatu yang tidak nyata, tapi karena diadakan dalam pikiran, rantai gajah itu membuat seseorang tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam konteks berbicara, rantai gajah bisa menjelma dalam bergam bentuk. Misalnya, perasaan takut atau sulit berbicara di depan umum, merasa tidak memiliki bakat bicara, takut bicara karena materinya tidak sistematis, menganggap audiens lebih hebat atau lebih tinggi, bicara terlalu cepat, kurang ekspresi, dan lain sebagainya.

“Hancurkan mental block dengan menyadari seluruh potensi yang ada didalam diri. Optimis menghadapi “ tantangan masa depan.”

Screenshot (85)

Cara Berkomunikasi

Secara umum, komunikasi dilakukan dengan dua cara, yaitu verbal dan non verbal. Dalam banyak kajian, ternyata komunikasi yang non verbal memiliki pengaruh yang cukup besar, yaitu 65 persen lebih berpengaruh ketimbang komunikasi melalui bahasa verbal yang hanya 35 persen pengaruhnya. Lebih lanjut, Dr. Albert Mehrabian, seorang professor Emeritus Psychologu, UCLA mengemukakan tiga ‘V’ dalam komunikasi berikut dengan persentase pengaruhnya, yaitu: verbal hanya 7 persen, vocal memberi pengaruh 38 persen, dan visual dengan persentase lebih tinggi yaitu 55 persen. Dalam teknik berkomunikasi dikenal juga dengan teknik matching and mirroring. Seorang pembicara atau guru memaksimalkan gerak tubuhnya untuk mengkomunikasikan sesuatu sekaligus untuk menjadikan komunikasi itu berlangsung dengan baik antar semua pihak. Selain bahasa tubuh, pemilihan kata yang digunakan dan intonasi suara juga menjadi faktor pendukung bagi keberhasilan sebuah proses komunikasi.

Tipe Komunikasi

  1. Intrapersonal Adalah penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara diri sendiri dengan suatu subyek yang tidak tampak (misalkan Tuhan).
  2. Interpersonal Adalah mengharuskan pelaku untuk bertatap muka antara dua orang atau lebih dengan membawakan pesan verbal maupun non verbal sehingga masing-masing bisa memahami satu sama lain dan berinteraksi secara efektif.
  3. Environtmental Adalah Komunikasi ini terjadi apabila melakukan pengamatan terhadap obyek-obyek yang ada di sekeliling. Dengan kata lain, komunikasi dengan berbagai elemen-elemen lingkungan tempat diri kita berada, baik itu berbentuk tanda-tanda tertentu (sign) atau juga keadaan tertentu.
  4. Public Adalah penyampaian pesan (message), berupa ide atau gagasa, informasi, ajakan, dan sebagainya kepada orang banyak.

Apa Saja Yang Disipakan Sebelum Tampil Bicara?

Untuk menjadi pembicara yang baik, perlu melakukan beberpa hal sebelum tampil bicara, antara lain: persiapan segala sesuatu terkait keseluruhan kebutuhan komunikasi publik. Selanjutnya secara khusus mempersiapkan materi yang akan disampaikan. Untuk memantabkan materi, seorang pembicara harus memiliki pengetahuan tentang materi tersebut, sekaligus keterampilan menyampaikannya. Hal lain yang harus disiapkan adalah alat bantu. Biasanya pembicara menggunakan slide presentasi berupa powerpoint, tapi tidak menutup kemungkinan alat bantu berupa alat peraga lainnya. Baik slide dan alat peraga lebih tepat disebut sebagai pelengkap presentasi, sebab tanpa slide dan alat peraga presentasi akan kurang visual dan kurang menarik. Selain persiapan materi, persiapan fisik juga harus mendapat perhatian bagi seorang pembicara. tahap akhir adalah latihan. Seorang pembicara hebat, semisal Steve Jobs membutuhkan latihan berhari-hari dan berkali-kali sebelum waktu pertunjukan tiba. Benarlah kiranya kata pepatah, ‘practice makes perfect’.

Tujuh Kunci Super Creative Delivery

1. Tatap, Senyum, Bicara (TSB). Ketika Anda berdiri di depan audiens. Jika seorang guru berarti di depan siswa, hendaknya melakukan beberapa langkah berikut, yaitu yang dikenal dengan TSB (Tatap, Senyum, Bicara) Tatap. Berusahalah untuk melihat seluruh siswa, secara perlahan mulai dari sudut kanan ke kiri lalu ke belakang. Usahakan kontak mata dengan mereka. Ini akan melahirkan rasa bahwa Anda sebagai guru peduli terhadap mereka. Senyum. Langkah kedua ini dilakukan bersama dengan langkah pertama. Sambil menatap ke seluruh siswa (audiens), hendaknya Anda memberikan senyum. Sehingga kehangatan dan keakraban akan timbul. Bicara. Langkah terakhir, barulah Anda mulai bicara. Bisa dengan menyapa kabar mereka dan seterusnya.

2. Olah Vokal. Olah vokal terkait dengan kualitas suara yang dikeluarkan, dalam istilah yang sering dipakai adalah ‘suaranya bulet’ dan juga terkait dengan intonasinya. Untuk itu tiga hal yang perlu diperhatikan adalah: Pertama, tidak bicara terlalu pelan atau terlalu cepat. Bila terlalu cepat, audiens sulit menangkap kalimat yang disampaikan. Sama halnya jika bicara terlalu pelan, kemungkinan audiens akan merasa bosan. Kedua, usahakan suara anda mampu menjangkau ke seluruh sudut ruangan. Tentu dengan kadar yang nyaman. Jangan sampai suara terlalu keras. Maka penting untuk mengecek volume pengeras suara, jika anda menggunakannya. Bicara. Beri jeda saat bicara dan perhatikan volume bicara Anda. Ini menjadikan pembicaraan Anda semakin berkualitas. Anda bisa memainkan emosi audiens dengan teknik ini.

Hal-hal Yang Harus Dioptimalkan Saat Bicara

Pertama, Kejelasan dan Vareasi Suara. Pengucapan anda harus benar, bisa didengar dengan baik dan bisa                   dipahami, dan gunakan variasi suara saaat mengucapkan kalimat, Jika presentasi yang disampaikan tidak                     memiliki variasi suara, maka besar kemungkinan apa yang akan anda sampaikan datar. UI tik itu seringlah                   berlatih menbgucapkan beberapa kata atau kalimat dengan nada yang berbeda.

Kedua, Tempo dan Jeda. Tempo ada kecepatan anda dalam berbicara. Dalam presentasi, seringkali kita menyaksikan presenter berbicara begitu cepat, tanpa memberikan ruang buat audiens yang mendengarnya. Disisi lain ada juga yang berbica cukup lambat sehinga sering terjadi waktu untuk berbicara sudah habis, namun mereka belum menyelesaikan presentasi. Maka aturlah kalimat mana harus cepat dan kalimat mana harus anda ucapkan dengan lambat.

Suara dan Intonasi

Pertama, Tinggikan Volume. Caranya dengan meninggikan bagian tertentu yang dianggap penting untuk disampaikan.

Kedua, Intonasi Diayun. Mengayun kata atau kalimat sehingga tampak perbedaan dengan yang lain. Mengayun bertujuan membuat pembicaraan anda tidak datar dan monoton.

Ketiga, Tempo Diperlambat. Biasanya, jika ingin menegaskan sesuatu agar audiens menaruh perhatian lebih pada anda, pelankan tempo kalimat yang anda sampaikan.

Keempat, Kata Diulang. Sama seperti sebelumnya, mengulang bertujuan untuk menekankan sesuatu yang penting, agar audiens juga menangkap maksud yang sama.

Kelima, Jeda. Memberi jeda pada pembicaraan artinya memberi kesempatan audiens mencerna pesan yang disampaikan.

3. Body Language. Bahasa tubuh (body languge) adalah komunikasi pesan nonverbal (tanpa kata-kata). Bahkan, 70% dari semua komunikasi adalah bahasa tubuh. Bahasa tubuh adalah jenis komunikasi non-verbal berupa perilaku fisik (anggota tubuh), bukan kata-kata, yang digunakan untuk mengungkapkan atau menyampaikan informasi. Menurut Richard E. Potter dan Larry A. Samoval dalam Intercultural Communication: A Reader (Cengage Learning, 2014), bahasa tubuh adalah proses pertukaran pikiran dan gagasan dengan penyampaian pesan berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan gerakan tubuh.

Kontak Mata

Manfaat kontak mata dapat membantu anda terhubung dengan audiens dan membantu anda mengevaluasi  respon dari audiens. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kontak mata, antartalain: Hindari menatap kebawah, Hindari menatap ke langit-langit, Hindari menatap hanya di satu sisi, Tatap mata audience dengan penuh keyakinan dan persahabatan. Ada sebuah pepatah yang mengatakan “mata adalah cerminan jiwa”. Hanya dari mata seseorang dapat mengetahui ketulusan anda ataupun respect anda terhadap seseorang. Jadi jika anda ingin tampil tulus dan mendapatkan respect yang bak dari audience maka gunakan kontak mata anda  dengan efektif.

Ekspresi Wajah

Yang pertama dan paling penting dari ekspresi wajah adalah senyum. Sebagai guru, anda mungkin banyak urusan, banyak pikiran, sedang mengalami kesulitan. Tapi ketika anda tampil berbicara, simpan dahulu semua urusan, pikiran dan kesulitan. Bagaimana menggunakan ekspresi wajah ? Berlatih di depan cermin, cobalah menunjukan beberapa ekspresi wajah untuk mendukung pesan anda.

Gerak Tangan

Gerak tangan yang baik akan membuat audience lebih nyaman, karena mereka dapat melihat bahwa anda percaya diri dan terkendali. Perlu diingat gerakan tangan jangan pernah dibuat-buat karena akan terlihat seperti robot, malah keliatan tidak menarik. Beberapa hal harus anda hindari dalam menggunakan gerakan tangan: Jangan menyilangkan tangan di depan dada, Meniru gaya orang lain, Bergerak terlalu banyak, Menyembunyikan tangan di balik badan, Memasukan tangan ke dalam kantong.

4. Pembagian Waktu Presentasi

Bagi waktu presentasi anda ke dalam 3 bagian: Bagian pertama, Pembukaan. Berikan alokasi waktu untuk pembukaan sebanyak 10 persen. Bagian kedua, Isi Presentasi. Karena ini merupakan bagian inti dari sebuah pembicaraan (presentasi), maka waktu yang dibutuhkan tentu paling banyak durasinya daripada yang lain, yaitu sebanyak 75 persen. Bagian akhir, yaitu Kesimpulan dan Penutup. Bagian ini diberi waktu sekitar 15 persen.

5. Membuat Struktur Presentasi

Setelah menentukan tema atau judul presentasi, maka kita akan masuk pada strukturnya. Ada tiga struktur yang mencakup isi dari presenasi itu: Pertama, Pendahulan. Alpha Zone, Menghadirkan Why dengan cara membuat Scene setting yang menarik, Building Raport, Apa pentingnya bagi audiens. Kedua, Isi atau Inti Presentasi. Sesuaikan dengan tujuan presentasi, Jelaskan poin demi poin, Defenisi, Prinsiprinsip, Solusi, Beri contoh, fakta, data, kejadian, Student Activities, Review dan Kalibrasi. Ketiga, Penutup dan Kesimpulan. Buat kesimpulan, Lakukan penekanan, Call To Action, Islamic Value, Quote, Pesan Utama.

6. Teknik Membuka Presentasi

Orang cenderung mengingat hal-hal yang paling awal tampil terlihat dan terdengar oleh mereka. Dalam ilmu psikologi ini disebut dengan primary effect . Apa-apa yang disampaikan di awal, cerita, berita up to date, pertanyaan atau pernyataaan , maka bagian ini akan mudah diingat oleh audience karena dia memasuski ingatan. Secara umum, ada 3 fungsi dari pembukaan presentasi yaitu agar memahami tujuan presentasi, agar audience mendapatkan gambaran awal apa yang anda bahas dan untuk menciptakan rasa ingin tau. Jadi ciptakan “rasa penasaran” di menit-menit pertama dan miliki kemampuan membuat kesan “wow” di lima menit  pertama.

7. Teknik Menutup Presentasi

Menutup presentasi sama pentingnya dengan membuka presentasi. Maka dalam penutupan perlu memperhatikan langkah-langkah berikut: Pertama, Rangkum Pesan Utama. pembicara memberi kata kunci sebagai kesimpulan dari isi presentasi, selain mengulang isi materi juga bertujuan memudahkan audiens mengingat apa yang telah disampaikan. Kedua, Menggunakan Kutipan atau Qoute. Bisa menggunakan kalimat bijak dari para ahli, orang bijak, atau bila memungkinkan kata-kata anda sendiri. Dengan catatan kutipan penutup itu menginspirasi dan terkait dengan materi anda. Ketiga, Call To Action. Sampaikan manfaat materi ini jika dipraktikkan, dan dampak negatifnya jika sebaliknya, Berikan semangat dan motivasi yang menggugah siswa dengan kalimat hipnotik, Sampaikan harapan, dan kepercayaan Anda kepada audiens. Keempat, Pamit Indah. Bisa menggunakan quote, lagu, film, deklarasi, dan muhasabah.

“Guru Terbaik terus bertumbuh dan berkembang. Meningkatkan kualitas diri untuk membersamai tumbuh kembang anak didiknya. Jadilah guru terbaik, karena itu akan menghantarkanmu menuju surga.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>